Mengukur Tekanan Darah dan Pengukur Tekanan Darah - Anda sudah akrab dengan yang namanya Tensimeter dan sfigmomanometer alat pengukur tekanan darah. Kali ini kami akan membehasannya. Setelah di artikel sebelumnya kami hadirkan artikel pengertian tekanan darah dan juga Faktor mempengaruhi tekanan darah. Kali ini kami kembali hadir memberikan info lengkap bagaimana caraa mengetahui dan mengukur tekanan darah.
Mengukur Tekanan Darah
Pengukuran Tekanan darah dapat diukur secara langsung atau tidak langsung, pada
metode langsung, kateter arteri dimasukan kedalam arteri, pengukuran
tidak langsung dilakukan dengan alat pengukur tekanan darah Tensimeter, sfigmomanometer dan stetoskop.
Sphygmomanometer tersusun atas manset yang dapat dikembangkan dan alat
pengukur tekanan yang berhubungan dengan rongga dalam manset. Alat ini
dikalibrasi sedemikian rupa sehingga tekanan yang terbaca pada manometer
sesuai dengan tekanan dalam millimeter air raksa yang dihantarkan oleh
arteri brakialis.
![]() |
| Mengukur Tekanan Darah |
Manset di balutkan dengan kencang dan lembut pada
lengan atas dan dikembangkan dengan pompa. Tekanan dalam manset dinaikan
sampai denyut radial atau barkial menghilang. Hilangnya denyutan
menunjukan bahwa tekanan sitolik darah telah dilampaui dan arteri
brakialis telah ditutup. Manset dikembangkan lagi sebesar 20 sampai 30
mm Hg di atas titik hilangnya denyutan radial.
Manset kemudian
dikempiskan perlahan, dan dilakukan pembacaan secara auskultasi maupun
palpasi. Dengan auskultasi kita dapat mengukur tekanan sistolik dan
diastolic dengan lebih akurat.
Untuk mengauskultasi tekanan darah, ujung stetoskop yang berbentuk corong atau diafragma diletakan pada arteri brakialis, tepat dibawah lipatan siku yang merupakan titik dimana arteri brakialis muncul diantara kedua kaput otot biseps. Manset dikempiskan dengan kecepatan 2 sampai 3 mm Hg per detik, sementara kita mendengarkan awitan bunyi berdetak, yang menunjukan tekanan darah sistolik. Dan akan terus terdengar dari arteri brakhialis sampai tekanan dalam manset turun dibawah tekanan diastolik
Untuk mengauskultasi tekanan darah, ujung stetoskop yang berbentuk corong atau diafragma diletakan pada arteri brakialis, tepat dibawah lipatan siku yang merupakan titik dimana arteri brakialis muncul diantara kedua kaput otot biseps. Manset dikempiskan dengan kecepatan 2 sampai 3 mm Hg per detik, sementara kita mendengarkan awitan bunyi berdetak, yang menunjukan tekanan darah sistolik. Dan akan terus terdengar dari arteri brakhialis sampai tekanan dalam manset turun dibawah tekanan diastolik
Ukuran Manset Sfigmomanometer yang baik
Pengukuran tekanan darah yang akurat tergantung juga pada pemakaian
manset yang sesuai ukurannya bagi ibu hamil, bila manset terlalu besar
untuk lengan pasien maka pembacaan akan terlalu rendah dari tekanan
sebenarnya. Bila manset terlalu kecil, misalnya pada pengunaan manset
ukuran standar pada pasien obes, maka pembacaan takanan darah akan lebih
tinggi di bandingkan tekanan sebanarnya.
Akan diduga hipertensi tetapi
yang sebanarnya normal. Maka diproduksi berbagai ukuran manset untuk
berbagai ukuran lingkar lengan.
Yang perlu diperhatikan agar pengukuran
tekanan darah dapat benar-benar akurat :
- Ukuran manset harus sesuai Sfigmomanometer dan manset harus baik dan sesuai
- Manset dipasang dengan benar pada lengan, dan balon manset harus berada ditengah di atas arteri brakialis.
- Lengan pasien harus setinggi jantung atau posisi berbaring.
- Pencatatan harus dilakukan pada kedua lengan yang tekanannya lebih tinggi. Normalnya bila tidak ada penyakit pada pembuluh darah, tidak mungkin terdapat perbedaan tekanan lebih dari 15 mm Hg antara kedua lengan .
- Posisi pasien dan letak pengukuran tekanan darah (misanya RA untuk lengan kanan ) dicatat.Pasien diminta tidak berbicara selama pengukuran tekanan darah dan rileks
- Sebaiknya sudah istrahat 5 menit dan tidak makan/merokok dalam 30 menit sebelum diukur.
Cara Pengukuran Darah Tensimeter
- Pemeriksa memasang kantong karet terbungkus kain (cuff) pada lengan atas. )
- Stetoskop ditempatkan pada lipatan siku bagian dalam.
- Kantong karet kemudian dikembangkan dengan cara memompakan udara ke dalamnya. Kantong karet yang membesar akan menekan pembuluh darah lengan (brachial artery) sehingga aliran darah terhenti sementara.
- Udara kemudian dikeluarkan secara perlahan dengan memutar sumbat udara.
- Saat tekanan udara dalam kantong karet diturunkan, ada dua hal yang harus diperhatikan pemeriksa. Pertama, jarum penunjuk tekanan, kedua bunyi denyut pembuluh darah lengan yang dihantarkan lewat stetoskop. Saat terdengat denyut untuk pertama kalinya, nilai yang ditunjukkan jarum penunjuk tekanan adalah nilai tekanan sistolik.
- Seiring dengan terus turunnya tekanan udara, bunyi denyut yang terdengar lewat stetoskop akan menghilang. Nilai yang ditunjukkan oleh jarum penunjuk tekanan saat bunyi denyut menghilang disebut tekanan diastolik.
Dengan cara mengukur tekanan darah diatas biasanya praktisi kesehatan dokter/perawat bisa mengetahui apakah tekanan darah kita normal, rendah atau Hipertensi (darah tinggi). Semoga info pengukuran tekanan darah diatas bisa menambah wawasan kita semua.


0 comments:
Posting Komentar